Serah terima dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Asep Dadan Wildan kepada kepala Desa.Bojong bapak Djarnudji (09/02) di Kantor Kepala desa Kec. Karang Tengah, Kab.Cianjur.
Rabu, 10 Februari 2016
Kamis, 21 Mei 2015
RSJ Raih Juara Kedua Lomba Paduan Suara Mahasiswa
![]() |
| Penampilan Riungan Suanten Jurnalistik (RSJ) di Gebyar Harmoni Paduan Suara Mahasiswa. |
KampusPlus, Bandung – Riungan Suanten Jurnalistik (RSJ) meraih juara kedua di acara Gebyar Harmoni Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ke-16, Jumat (15/5/2015) di Aula UIN SGD Bandung. Sementara juara pertama, diraih oleh Harmoni Choir dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).
Menurut salah satu anggota RSJ, Acep Dodi mengatakan, meskipun meraih juara dua tapi RSJ sudah menampilkan yang terbaik.
“Saya tetap bangga, meskipun juara dua. Bukan soal juaranya sih, tapi soal menampilkan yang terbaik,” kata mahasiswa Jurnalistik semester enam itu.
Ia menilai, penampilan dari Harmoni Choir memang bagus dan pantas untuk menjadi juara pertama.
“Tapi antara juara pertama dan kedua, hanya berbeda satu poin. Jadi penampilan RSJ tidak kalah baiknya dengan penampilan Harmoni Choir,” katanya saatnya kepada KampusPlus.
Meski begitu, Dodi dan anggota RSJ yang lain tetap optimis jika ada lomba-lomba serupa akan penampilkan penampilan terbaik dan akan meraih juara kembali. “ Kita akan latihan lagi, lebih keras untuk penampilan di lomba yang lain,” ujarnya.
(Adi Permana)
PSSI Dibekukan, Nasib Pesepak Bola Indonesia Telantar
![]() |
| bigtvsport.com |
Konflik antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengakibatkan seluruh kompetisi sepak bola Indonesia dibubarkan termasuk turnamen QNB, Rabu (20/5). Kondisi ini memaksa sebagaian pesepak bola Indonesia mencari nafkah dari liga tarik kampung (tarkam) atau memanfaatkan sisa tabungan mereka.
“Sekarang kompetisi dihentikan dan kami tidak punya penghasilan,” ungkap gelandang Persija Adam Alis Setyano (21). Ia mengaku dirinya mendapat tawaran gaji 2-3 juta untuk mengikuti laga tarkam.
Bebeda dengan striker Arema Cronus Christian Gonzales (38). Dia menolak tawaran bermain di laga tarkam karena menurutnya ia tidak mau mempertaruhkan masa depan di pertandingan yang kurang jelas aturannya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Gonzales benar-benar bergantung pada turnamen sepak bola. “Sepak bola itu kerja dan hidup saya. Kalau sepak bola dihentikan keluarga saya tidak makan,” ujarnya.
Lain lagi dengan bek Arema Cronus Beni Wahyudi (29) yang sehari-hari membantu ayahnya mengurus sawah. Untuk meemenuhi keperluan keluarga, dia mengandalkan gaji isterinya yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur.
Dilansir dari Harian Kompas, sebelumnya Beni meninggalkan status sebagai Pegawai Negeri Sipil namun ia lebih memilih menjadi pesepak bola. “Akhirnya situasi sepak bola kita justru seperti ini. Mungkin belum rezekinya,” pungkas ibunda Beni.
Reporter : Dede Lukman Hakim
Waspada Jambret dijalan Cipadung
Bandung- Odah saodah mahasiswi UIN sunan gunung djati bandung, dijambret dua pengendara sepeda motor saat selesai beli makan di jalan desa cipadung, selasa (19/5) pukul 18.15 WIB. kebetulan saat itu sedang terjadi pemadaman listrik. sehingga keadaan saat itu sangat gelap dan memudahkan kesempatan meraka untuk melakukan aksi kejahatan.
Mahasiswi semester 4 jurusan manajemen keuangan syariah ini mengaku shock. Dengan kejadian ini ia tidak menyangka pengendara sepeda motor yang melintas di sampingnya akan mengambil kresek makanan dan handpone dengan merek Lenovo yang baru saja dia beli beberapa bulan lalu.
“kaget dan sedih banget tapi musibah mau gimana lagi, semoga saya bisa lebih hati-hati lagi”ujar Odah.
kejadian tersebut tidak terjadi hanya sekali tetapi beberapa kali, hal itu menunjukan bahwa jalan tersebut rawan akan aksi penjambretan dan aksi kejahatan lainnya.
Rabu, 20 Mei 2015
Universitas BSI Gelar Seminar Enterpreneur Wirausaha Muda
Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Bandung menyelenggarakan Seminar Enterpreneur dengan tema Meraih Sukses Berwirausaha Sebelum Wisuda. Kegiatan ini berlangsung pada hari ini, Rabu (20/05) di Gedung Graha Wanita Jl. RE. Martadinata 84 Bandung.
Acara Seminar ini dihadiri oleh Pembicara sekaligus motivator terkenal Ir. Viktor Asih, MBA, MT yang memang dikenal sebagai pendiri Sekolah Bisnis Gratis dan Universitas Kehidupan yang melahirkan para wirausahan muda. Dalam acara seminar tersebut, Vixtor mengutarakan bahwa Sukses harus diraih sebelum Wisuda menginat banyak sekali pengangguran yang berlatang belakang sebagai lulusan Sarjana.
“sukses tidak dilihat dari mereka yang punya banyak uang punya segalanya, tapi dari mereka yang bersungguh-sungguh, jangan pernah bermimpi jadi pegawai, tapi bermimpilah jadi entrerpreneur karena sekecil apapun usahanya, kamulah Bosnya” papar bapak Viktor Saat ditemui usai Acara.
Acara ini berlangsung meriah dan penuh antusias dari para Mahasiswa BSI dan Univeristas Lain.
Salah satunya Zyana (19) salah satu Finalis Puteri Muslimah Indonesia ini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini karena memafasilitasi mahasiswa yang mengawali karir sebagai Wirausaha.
“sangat bermanfaat, seru, memotivasi, membuka fikiran bahwa sesuatu gak ada yang mustahil” pungkasnya saat ditemui di akhir acara tersebut.
Acara Seminar ini dihadiri oleh Pembicara sekaligus motivator terkenal Ir. Viktor Asih, MBA, MT yang memang dikenal sebagai pendiri Sekolah Bisnis Gratis dan Universitas Kehidupan yang melahirkan para wirausahan muda. Dalam acara seminar tersebut, Vixtor mengutarakan bahwa Sukses harus diraih sebelum Wisuda menginat banyak sekali pengangguran yang berlatang belakang sebagai lulusan Sarjana.
“sukses tidak dilihat dari mereka yang punya banyak uang punya segalanya, tapi dari mereka yang bersungguh-sungguh, jangan pernah bermimpi jadi pegawai, tapi bermimpilah jadi entrerpreneur karena sekecil apapun usahanya, kamulah Bosnya” papar bapak Viktor Saat ditemui usai Acara.
Acara ini berlangsung meriah dan penuh antusias dari para Mahasiswa BSI dan Univeristas Lain.
Salah satunya Zyana (19) salah satu Finalis Puteri Muslimah Indonesia ini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini karena memafasilitasi mahasiswa yang mengawali karir sebagai Wirausaha.
“sangat bermanfaat, seru, memotivasi, membuka fikiran bahwa sesuatu gak ada yang mustahil” pungkasnya saat ditemui di akhir acara tersebut.
(Ahmad
Sidik_Jurnalistik_6A_1124050009)










