Rabu, 25 Februari 2015

Mahasiswa Keluhkan Kenyaman Masjid Iqomah

Sejumlah mahasiswa sedang berada di selasar Masjid Iqomah yang atapnya berlubang. Minim dana mengakibatkan beberapa fasiltas masjid rusak. (Sumber: romelteafoto.blogspot.com)
KampusPlus – Beberapa mahasiswa yang sering salat di Masjid Iqomah UIN SGD Bandung mengeluhkan fasilitas masjid yang kurang. Keluhan itu antara lain kebersihan masjid, peralatan ibada yang kurang dan kotor, serta tempat wudhu yang sering macet.

“Kita juga kalau mau salat harus mengantri mukena, yang terkadang membuat kita jarang salat di Masjid Iqomah. Mukenanya juga kotor dan bau, kita gak tahu sudah berapa lama itu tidak dibersihkan,” kata Rini Febriani kepada KampusPlus di selasar Masjid Iqomah, awal Feburari lalu.

Mahasiswi Pengembangan Masyarakat Islam ini juga menilai tingkat kesadaran para pengguna masjid masih kurang. “Kami membuat program seminggu sekali untuk mencuci mukena sebagai bukti kesadaran kami,” katanya yang juga aktif di Lembaga Studi Politik Islam (LSPI).

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Iqomah, Bachrun Rifa’i mengatakan, bahwa permasalahaanya karena aliran dana untuk masjid sedikit. “Dana itu kita harus mengajukan untuk setahun, jadi gak bisa langsung terealisasi,” ujranya.

Selain itu, tambah Bachrun, Masjid Iqomah kurang representatif untuk menampung puluhan ribu mahasiswa UIN Bandung. “Ini paling padat 2.000-an, belum memadailah, banyak kekurangan, apalagi dari segi sarana,” katanya. 

Meski begitu, Bachrun tetap berharap adanya bantuan dari Gubernur Jawa Barat senilai dua miliyar bisa segera terealisasi untuk merenovasi masjid.

“Ada bantuan gubernur dua milyar yang waktu di FISIP (Milad-red) itu, katanya 2015. Rencananya jadi 10 milyar untuk pembangunan masjid. Dimulainya dua milyar untuk dana awal tapi belum keluar,” ucapnya.

Rini juga berharap agar pemeliharaan masjid tidak hanya dilakukan oleh DKM saja, tetapi oleh semua pengguna masjid.

(Adi Permana)

0 komentar:

Posting Komentar